Login
Login
Sabda Palon: tonggak bumi Jawa
Penerbit Dolphin
2015
Tangerang
(ind) Indonesian
9786027279308
Not available
Not available
Not available
Keselamatan Dewi Amaravati beserta putri sulungnya, Dyah Hayu Ratna Pambayun, benar-benar terancam. Rombongannya dihadang segerombolan orang bercadar ketika hendak mengunjungi sebuah pesanggrahan di lereng Gunung Arjuna. Tetapi nasib baik masih menyertai mereka.

Gerombolan terlatih itu tidak diketahui dari mana asalnya. Berdasarkan pengamatan Rakryan Patih Gagak Ketawang, ada tiga tempat yang patut dicurigai sebagai asal mereka. Pertama Matahun, kedua Pandhan Salas, dan ketiga Majapahit sendiri. Bhre Kêrtabhumi pun mengirimkan pasangguhan-pasangguhan kepercayaan demi mencari warta asal-usul gerombolan bercadar tersebut. Arya Patarka dan Arya Bacuk dikirim ke Matahun. Arya Sumangsang dan Arya Pêkik dikirim ke Pandhan Salas. Arya Bangah, Arya Gajah Para, Arya Seger, berikut Raden Ayu Rara Antêng, dikirim ke Kapatihan Majapahit.

Di Tarub, Ki Gedhe Tarub mengungkapkan rahasia jati diri Rara Nawangwulan, istrinya, kepada Rara Nawangsih, putrinya. Rara Nawangwulan yang dikenal sebagai bidadari Suralaya, yang telah turun ke bumi Tarub, tiada lain adalah sosok manusia biasa yang sudah digariskan menjadi perantara bagi bertumbuhnya para penguasa Jawa. Melalui perkawinan Rara Nawangsih dengan Raden Bondhan Kajawan para penguasa Jawa itu akan terlahirkan. Sudah diramalkan, Raden Bondhan Kajawan, putra Bhre Kêrtabhumi, adalah tonggak bumi Jawa sesudah kehancuran Majapahit!
451 p.
21 cm.
Not available
Not available
Access no. Call number Location Status
01826/16 F Sha S/t Library - 8th Floor Available
Similar collections by subject
Close
Download QR code