Analisis penerapan 3R material kayu dalam proyek konstruksi
Pembangunan berkelanjutan merupakan suatu konsep dalam dunia konstruksi agar penggunaan material pada proyek konstruksi dapat diminimalisir, sehingga mengurangi kerusakan lingkungan akibat penggunaan material berlebihan. Salah satu contoh penggunaan material yang berlebihan adalah penggunaan material kayu. Menurut Badan Pusat Statistik tahun 2017-2021, luas hutan produksi tetap mulai dari 29.220.318,67 menjadi 30.803.322,78, hal ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan akan kayu. Dengan demikian, dibutuhkannya penerapan pembangunan berkelanjutan yaitu penerapan Reduce, Reuse, Recycle (3R). Penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 104 responden yang merupakan kontraktor pembangunan rumah tinggal atau gedung bertingkat di Surabaya. Proses analisis kuesioner dilakukan untuk mendapatkan perbandingan antara penerapan 3R pada material kayu. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa dalam proyek rumah tinggal penerapan reduce pada material kayu paling sering diterapkan dalam pengurangan sisa material dengan cara pemakaian kembali material kayu layak pakai dan sistem modular. Sedangkan untuk pekerjaan gedung bertingkat penerapan reuse paling sering diterapkan. Dalam pekerjaan rumah tinggal dan gedung bertingkat, penerapan recycle tidak memiliki pengaruh terhadap pengurangan sisa material.