Tingkat kepentingan dan keberhasilan transfer pengetahuan pada proyek konstruksi joint venture di Jakarta
Upaya pemerintah Indonesia dalam mengatasi tingginya kepadatan penduduk di Jakarta adalah dengan mengembangkan transportasi umum, salah satunya ialah kereta listrik Mass Rapid Transit. Proyek ini tergolong sebagai Proyek Strategi Nasional pada sektor transportasi yang membutuhkan anggaran sangat besar sehingga pemerintah tidak mampu mendanai. Selain keterbatasan dana, teknologi dan sumber daya manusia di Indonesia masih terbatas, sehingga pemerintah Indonesia memerlukan bantuan dan kerjasama dari negara lain. Salah satu negara yang lebih teknologi serta sumber daya manusianya lebih kompeten di bidang kereta listrik adalah negara Jepang. Bentuk kerjasama antara negara Indonesia dan Jepang adalah berbentuk Joint Venture yang memiliki beberapa keuntungan, salah satunya sebagai alat transfer pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat kepentingan dan keberhasilan transfer pengetahuan yang terjadi dalam kerjasama antar kedua negara tersebut dengan analisis data menggunakan metode analytical hierarchy process, ranking method dan kategorisasi yang didapat melalui penyebaran kuesioner. Hasil penelitian pada tingkat kepentingan transfer pengetahuan menunjukkan terdapat perbedaan pendapat menurut responden Indonesia dan Jepang yang dikonfirmasi oleh pimpinan proyek bahwa perbedaan tersebut dilandasi bedanya budaya antar kedua negara. Pada tingkat keberhasilan transfer pengetahuan, responden Jepang secara konsisten menilai 'Sangat Berhasil' dan responden Indonesia 'Berhasil', hal ini juga dijelaskan pimpinan proyek bahwa adanya perbedaan budaya dalam penilaian dan kepercayaan diri pihak Indonesia.