Tingginya aktivitas warga Tionghoa Surabaya membuat sejumlah tradisi mulai ditinggalkan. Salah satunya, rangkaian tradisi perayaan tahun baru Imlek. Hampir 70 persen warga Tionghoa di kota ini mulai meninggalkan tradisi sakral tersebut. Setidaknya itulah hasil penelitian Eliza, mahasiswa Sastra Tionghoa Universitas Kristen Petra. Dia meneliti 70 orang dari berbagai usia sebagai sampel. Penelitian itu dilakukan untuk mendapatkan gelar sarjana.