Desain yang bernapas: fasad bernapas untuk penghawaan pasif pada bangunan camping vertical di Surabaya
Tesis ini menganalisis bentuk dan sistem fasad yang meningkatkan ventilasi pasif pada bangunan meningkatkan aktivitas fisik dalam mengatasi gaya hidup sedentari yang menimbulkan permasalahan kesehatan terutama masyarakat urban. Studi ini mengkaji potensi dari ventilasi pasif ventilasi silang dan stack effect terutama dalam kecepatan udara yang didukung oleh temperatur dan kelembaban untuk meningkatkan pendinginan saat manusia beraktivitas fisik aerobik berdasarkan rekomendasi kesehatan WHO. Modul fasad dibentuk melalui metode studi literatur dan simulasi kecepatan angin Autodesk CFD dengan bahan terakota yang merespon iklim Indonesia. Modul fasad kemudian diimplementasikan pada rancangan untuk bangunan publik fasilitas beraktivitas fisik (fasilitas camping vertikal dan aktivitas fisik aerobik: berlari, cycling, outbound) untuk membuktikan penerapannya secara asli pada rancangan arsitektur melalui simulasi ruang utama dalam program Computational Fluid Dynamics (CFD). Pengembangan modul fasad terakota berbasis CFD yang mampu mengkombinasikan ventilasi silang dan stack effect dalam sistem ventilasi pasif. Penerapan bentuk bangunan melingkar sebagai strategi peningkatan sirkulasi udara dan pertukaran udara untuk ruang aktivitas fisik. Penggunaan CFD sebagai metode eksplorasi dan validasi desain fasad performatif yang menghasilkan keputusan desain berbasis data kuantitatif. Elemen fasad pada akhirnya mendukung fungsi bangunan, memungkinkan bangunan untuk dapat “bernapas” dengan minim sistem pendinginan aktif.