Pengaruh transparansi, akuntabilitas, pengetahuan, dan praktik terhadap penggunaan teknologi Blockchain
Meskipun teknologi Blockchain dapat diterapkan untuk berbagai tujuan yang berbeda, manfaat spesifik industri yang terkait dengan Blockchain mencakup peningkatan keamanan, efisiensi, dan transparansi. Kerangka kerja TOE dan Technology Acceptance Model (TAM) merupakan beberapa metode untuk mengevaluasi motivasi penggunaan teknologi Blockchain. Pentingnya faktor transparansi, pengetahuan, tanggung jawab, dan praktik terlihat nyata. Kerangka kerja TOE berfokus pada faktor teknologi, organisasi, dan lingkungan dalam adopsi teknologi. Sebaliknya, dalam TAM khususnya pada persepsi kegunaan (Perceived Usefulness/PU) dan persepsi kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use/PEOU) adopsi didorong oleh motivasi individu, yang pada gilirannya membentuk niat dan perilaku. Tanggapan kuantitatif dari 160 partisipan di Jawa dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasilnya menunjukkan bahwa keterbukaan dan akuntabilitas dianggap kurang penting dalam adopsi Blockchain dibandingkan pengetahuan dan praktik. Prioritas dalam model TOE mengenai praktik organisasi, penggunaan teknologi, dan kesiapan teknologi terbukti lebih dominan dibandingkan pentingnya transparansi dan tanggung jawab formal. Berdasarkan teori adopsi dalam TAM, persepsi kegunaan dan kemudahan penggunaan teknologi, bersama dengan pengetahuan dan praktik, menentukan pemanfaatan teknologi secara keseluruhan. Temuan ini menggarisbawahi signifikansi pemerolehan pengetahuan dan keterlibatan aktif dalam praktik guna menerapkan teknologi blockchain secara efektif bagi individu, organisasi, dan pembuat kebijakan.