Pengaruh model pembelajaran experiential terhadap motivasi belajar dan hasil belajar IPA murid SD
IPA merupakan salah satu pelajaran yang dianggap sulit tetapi dinilai penting. Model pembelajaran experiential berbasis pengalaman langsung dipercaya dapat mempengaruhi motivasi dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran experiential terhadap motivasi belajar dan hasil belajar IPA murid kelas II SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe one group pretest-posttest design, dengan jumlah subjek penelitian adalah 32 orang. Data motivasi belajar diperoleh melalui kuesioner skala likert, sedangkan data hasil belajar diukur menggunakan soal IPA (pretest-posttest). Analisis data dilakukan menggunakan Paired sample t-test di mana telah memenuhi syarat normalitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh model pembelajaran experiential yang signifikan terhadap hasil belajar IPA murid, di mana rata-rata nilai meningkat dari 57.50 menjadi 77.81 pada materi “Property”; 79.70 menjadi 92.12 pada materi “Force” dengan nilai sig. < 0,05 yakni 0,000 (p < 0,05). Namun, data yang diperoleh tidak menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap motivasi belajar murid dengan nilai sig. > 0.05 yakni 0,489 (p > 0.05). Penelitian ini berfokus pada murid sekolah dasar kelas awal, sehingga diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian menggunakan kelas kontrol dan jumlah sampel yang lebih luas untuk hasil yang lebih mendalam.