Login
Login
Arsitektur transisional: spasial urban vertikal integratif berbasis mobilitas multi-moda di Blok M
Studi tesis ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi arsitektur transisional dalam merespons kompleksitas mobilitas perkotaan kontemporer melalui desain sistem ruang perkotaan vertikal yang integratif, yang didasarkan pada pergerakan multimoda yang ada pada tapak. Penelitian ini berangkat dari fenomena ruang perkotaan yang terfragmentasi di kawasan Blok M, Jakarta, dimana simpul transportasi, bangunan komersial, ruang publik, dan sirkulasi pejalan kaki beroperasi secara terpisah dan menciptakan diskontinuitas dalam struktur perkotaan. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini mengadopsi teori “Disjunction” karya Bernard Tschumi sebagai kerangka konseptual utama, yang menekankan hubungan antara ruang, peristiwa, dan pergerakan sebagai elemen perkotaan yang dinamis dan non-linear. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif riset by desain yang didukung oleh pengamatan digital melalui platform media sosial, khususnya TikTok, serta analisis pemetaan spasial menggunakan Google Maps. Data yang dikumpulkan digunakan untuk mengidentifikasi pengguna, pola pergerakan, intensitas mobilitas, dan peristiwa perkotaan yang terjadi di lokasi tersebut. Temuan-temuan tersebut menunjukkan bahwa pergerakan di lingkungan perkotaan tidak lagi sekadar berfungsi sebagai transisi dari satu titik ke titik lain, tetapi juga berperan sebagai penggerak pengalaman spasial, interaksi sosial, dan pengaturan programatik. Selain itu, studi ini mengungkapkan bahwa vitalitas perkotaan muncul melalui tumpang tindih, ambiguitas, spontanitas, serta koeksistensi berbagai aktivitas di dalam ruang bersama. Sebagai respons desain, studi ini mengusulkan arsitektur urban vertikal yang integratif yang menghubungkan kembali lapisan-lapisan perkotaan yang terfragmentasi melalui sistem sirkulasi bertingkat, pemrograman yang fleksibel, ruang transisi, dan strategi spasial yang mampu beradaptasi dengan waktu (temporality). Desain ini menunjukkan bagaimana arsitektur dapat berfungsi sebagai katalis perkotaan yang menengahi mobilitas, temporalitas, dan interaksi sosial secara bersamaan, sekaligus menciptakan pengalaman perkotaan yang adaptif, inklusif, dan saling terhubung dalam konteks metropolitan yang padat.
Program Studi Magister Arsitektur
Universitas Kristen Petra
2026
Indonesian
S2
Tesis/Theses
Tesis No. 00000089/MARS/2026; Nathanael Nyoto (B22250019)
Similar collections by subject
Close
Download QR code