Wisata agro hortikultura apel di Kota Batu
Apel Batu merupakan komoditas hortikultura unggulan yang menjadi identitas Kota Batu, namun keberadaannya saat ini menghadapi tantangan berupa alih fungsi lahan pertanian, penurunan produktivitas kebun, serta berkurangnya minat generasi muda terhadap sektor hortikultura. Perancangan Wisata Agro Hortikultura Apel di Kota Batu dilakukan untuk menghadirkan kawasan wisata edukatif yang mengintegrasikan aktivitas budidaya, pengolahan, edukasi, dan rekreasi berbasis apel dalam satu kesatuan ruang. Ruang lingkup perancangan mencakup pengembangan kawasan wisata pada lahan berkontur di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Metode yang digunakan adalah pendekatan arsitektur ekologis dengan mempertimbangkan kondisi tapak, iklim, kontur, vegetasi, serta siklus pertumbuhan apel sebagai dasar pembentukan konsep ruang. Proses perancangan diawali melalui analisis tapak, studi literatur mengenai hortikultura apel dan wisata edukasi, serta penerapan prinsip keberlanjutan pada aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Hasil perancangan berupa kawasan wisata agro hortikultura yang menerjemahkan siklus pertumbuhan apel ke dalam pengalaman ruang mulai dari pembibitan, budidaya, panen, pengolahan hasil, hingga pemeliharaan lahan. Penataan massa dirancang mengikuti kontur untuk meminimalkan perubahan bentang alam, didukung sistem pengelolaan air hujan, pemanfaatan limbah organik menjadi kompos, serta ruang edukasi yang mendorong interaksi antara pengunjung, petani, dan lingkungan. Perancangan ini diharapkan mampu mendukung pelestarian hortikultura apel sekaligus memperkuat pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kota Batu.