Pengaruh penggunaan Recycled Concrete Aggregate (RCA) dan fly ash sebagai substitusi material terhadap stabilitas dan ketahanan laston lapis antara pada kondisi perendaman air laut
Tingginya kebutuhan agregat alam serta isu kenaikan muka air laut memicu inovasi material perkerasan yang ramah lingkungan dan tangguh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi campuran laston lapis antara menggunakan Recycled Concrete Aggregate (RCA) beserta fly ash biomassa kayu saat direndam air laut. Pengujian eksperimental ini memakai indikator Marshall serta Indirect Tensile Strength (ITS). Perendaman menggunakan air laut buatan dengan salinitas 3,5% selama 3 hari pada suhu ruang. Hasil membuktikan bahwa RCA memiliki karakteristik yang kurang baik dibandingkan agregat alam, terutama pada parameter penyerapan air dan bentuk agregat. Penelitian ini menggunakan campuran 40% RCA dan 2% fly ash dengan kadar aspal 7%. Perendaman air laut meningkatkan nilai stabilitas hingga 1602,06 kg dengan stabilitas sisa sebesar 135,74%, sementara parameter Voids in the Mix (VIM), Voids in the Mineral Aggregate (VMA), dan Voids Filled with Bitumen (VFB) tetap memenuhi spesifikasi. Nilai flow yang sebelumnya tidak memenuhi persyaratan juga mengalami perbaikan setelah perendaman. Untuk nilai ITS terjadi penurunan dari 710,54 kPa menjadi 601,60 kPa, namun nilai Tensile Strength Ratio (TSR) mencapai 84,95% yang berada di atas batas minimum spesifikasi sebesar 80%. Berdasarkan hasil tersebut, pengaruh penggunaan substitusi RCA 40% terhadap agregat alam dan penggunaan filler fly ash 2% adalah berhasil mereduksi penggunaan material konvensional yaitu agregat alam dan semen serta memberikan pengaruh berupa peningkatan nilai stabilitas, meskipun ketahanannya sedikit lebih rendah dibandingkan campuran kontrol.