Pengaruh game-based learning terhadap peningkatan kosakata Bahasa Inggris dan self-regulated learning murid sekolah dasar
Pembelajaran Bahasa Inggris kebanyakan masih menggunakan pendekatan tradisional seperti menghafal daftar kosakata tanpa konteks nyata, pembelajaran satu arah yang membuat siswa pasif dan bergantung pada arahan guru. Observasi di salah satu sekolah Kristen di Surabaya menunjukkan bahwa siswa kelas empat kurang memiliki keterampilan belajar mandiri, seperti merencanakan studi dan merefleksikan kesalahan. (Game-Based Learning/GBL) adalah pendekatan inovatif yang mengintegrasikan elemen dan prinsip permainan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Studi ini meneliti pengaruh GBL terhadap peningkatan kosakata Bahasa Inggris dan (Self-Regulated Learning/SRL) di kalangan siswa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kosakata yang signifikan (siklus 1 Z=-5,898; p<0,001; r= 0,715; siklus 2 Z= -3,800; p<0,001; r= 0,0461). Skor rata-rata meningkat dari 63,38 menjadi 79,56 dan dari 92,35 menjadi 97,48. Analisis kualitatif menunjukkan perkembangan SRL (Self-Regulated Learning) dalam perencanaan (mempersiapkan alat tulis, memilih materi), pemantauan (bertanya ketika menghadapi kesulitan), dan evaluasi (meninjau materi yang sulit). Temuan menunjukkan bahwa SRL siswa kelas empat masih berada pada tahap ko-regulasi, masih membutuhkan bantuan orang dewasa. Temuan ini menunjukkan bahwa perkembangan SRL tidak selalu selaras langsung dengan prestasi akademik jangka pendek. Hal ini menunjukkan bahwa GBL (Game-Based Learning) dalam konteks ini memfasilitasi SRL. Penelitian menunjukkan bahwa GBL menciptakan siklus positif yang membuat siswa menikmati pembelajaran, sehingga mereka lebih berpartisipasi, yang mendorong SRL siswa, seperti mempersiapkan diri untuk belajar, dan dengan menghadirkan tantangan dalam permainan yang memungkinkan siswa untuk menemukan solusi dan merencanakan peningkatan.