Pengaruh persepsi risiko keselamatan kerja terhadap perilaku keselamatan pekerja konstruksi pada proyek gedung
Sektor konstruksi merupakan salah satu sektor dengan tingkat kecelakaan kerja tertinggi di Indonesia, di mana sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh tindakan tidak aman (unsafe act) yang erat kaitannya dengan rendahnya persepsi risiko pekerja. Persepsi risiko yang dimiliki pekerja diyakini berpengaruh langsung terhadap safety behavior, yang terdiri dari safety compliance dan safety participation. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi risiko keselamatan kerja yang diukur melalui empat dimensi psychometric paradigm, yaitu dread risk, unknown risk, controllability, dan familiarity/exposure, terhadap safety behavior pekerja konstruksi pada proyek gedung. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert 1-4 dari 68 responden yang berasal dari tiga proyek konstruksi gedung. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi risiko dan safety behavior pekerja secara keseluruhan berada pada tingkat yang tinggi. Dari delapan hipotesis yang diuji, tiga hipotesis diterima. Dread risk terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap safety compliance (β=0,286, p=0,049) maupun safety participation (β=0,416, p=0,001), sedangkan controllability berpengaruh positif dan signifikan terhadap safety compliance (β=0,319, p=0,043). Sementara itu, unknown risk dan familiarity/exposure tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap kedua dimensi safety behavior. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya program keselamatan kerja yang berfokus pada peningkatan kesadaran pekerja terhadap konsekuensi kecelakaan kerja dan penguatan prosedur pengendalian risiko di proyek konstruksi.