Login
Login
Analisis produktivitas alat berat dan persepsi faktor penyebab keterlambatan proyek studi kasus: pekerjaan cut and fill industri Tanjung Sauh)
Keterlambatan proyek konstruksi merupakan permasalahan yang dapat memengaruhi pencapaian target proyek, terutama pada proyek yang berlokasi di remote island dengan keterbatasan akses logistik, sumber daya, dan kondisi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab keterlambatan pada pekerjaan cut and fill Tanjung Sauh Industrial Project, yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), melalui evaluasi produktivitas alat berat serta identifikasi faktor teknis dan non-teknis. Metode penelitian dilakukan dengan membandingkan produktivitas rencana dan aktual alat berat serta menganalisis faktor keterlambatan menggunakan metode Relative Importance Index (RII). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kontraktor C berhasil melampaui target pekerjaan dengan capaian sebesar 136,96%, sedangkan Kontraktor A dan Kontraktor B hanya mencapai 37,87% dan 40,73% dari target pekerjaan. Faktor dominan penyebab keterlambatan meliputi cuaca atau hujan, kerusakan alat berat, performa kerja kontraktor, produktivitas alat berat yang rendah, dan kurangnya kemampuan kepemimpinan. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterlambatan proyek merupakan interaksi kompleks antara faktor teknis dan non-teknis, terutama pada proyek pulau terpencil (remote island), sehingga memerlukan evaluasi terintegrasi untuk identifikasi yang lebih komprehensif.
Similar collections by subject
Close
Download QR code