Login
Login
Penerapan model storytelling berbasis cerita, aplikasi dan refleksi dalam upaya mendukung karakter mengasihi murid TK A
Pembentukan karakter kasih semakin penting di tengah perkembangan teknologi yang mempengaruhi perilaku anak, seperti munculnya sifat individualistik dan menurunnya kepedulian. Pembentukan karakter kasih dapat diintegrasikan salah satunya melalui metode pembelajaran storytelling, metode pembelajaran yang membantu anak memahami konsep karakter yang abstrak. Model storytelling berbasis cerita, aplikasi, dan refleksi menjadi salah satu pendekatan yang diterapkan di sebuah sekolah Kristen untuk menginternalisasikan nilai kasih. Penelitian ini bertujuan menjelaskan penerapan model storytelling berbasis cerita, aplikasi, dan refleksi dalam mendukung karakter mengasihi murid TK A. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Kristen “X” Jakarta dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah guru wali kelas TK A, dengan asisten kelas dan tiga murid sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model storytelling berbasis cerita, aplikasi, dan refleksi mendukung internalisasi karakter mengasihi melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Melalui cerita, anak memperoleh pemahaman awal tentang kasih melalui alur dan tokoh yang dekat dengan kehidupan mereka. Selanjutnya, anak mengaplikasikan konsep kasih melalui aktivitas bermain. Proses pembelajaran dilengkapi refleksi melalui worksheet yang mendorong anak mengidentifikasi tindakan konkret penerapan karakter kasih. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis pembentukan karakter mengasihi melalui penerapan model storytelling berbasis cerita, aplikasi, dan refleksi pada murid TK A.
Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Universitas Kristen Petra
2026
Indonesian
S1
Skripsi No. 00010001/PGPAUD/2026; Graciela Hilda Hauteas (G12220001)
Similar collections by subject
Close
Download QR code