Pengembangan kartu Alfabet Sensori (Kaseri) sebagai media stimulasi pra-literasi anak usia 3-4 tahun di TK X
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik sebesar 39,71% anak usia dini (AUD) di Indonesia telah menggunakan gawai, dan 35,57% AUD mampu mengakses internet (BPS, 2024). Padahal, AUD belajar mengenal dunianya melalui pengalaman konkret dan sensorik, sehingga diperlukan media non-digital untuk merangsang perkembangan multisensori. Tingginya penggunaan gawai berpotensi menghambat perkembangan bahasa dan motorik anak. Sementara itu, ketersediaan media stimulasi multisensori non-digital untuk pra-literasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran yang mendukung stimulasi pra-literasi anak usia 3-4 tahun melalui pendekatan multisensori. Media flashcard bernama KASERI (Kartu Alfabet Sensori) memuat 26 kartu dengan elemen sensorik berbeda pada setiap huruf untuk merangsang aspek visual, taktil, dan olfaktori. Penelitian menggunakan desain Research and Development (R&D) model Hannafin & Peck (1988) yang mencakup analisis kebutuhan, desain, dan pengembangan implementasi. Hasil validasi ahli menunjukkan skor 93,75% pada aspek fisik dan kebahasaan, dan 96,88% pada kesesuaian dengan konteks AUD. Uji coba oleh guru di TK X Palembang menyatakan KASERI praktis dan efektif sebagai media alternatif non-digital untuk memperkenalkan alfabet, dengan catatan perbaikan pada kualitas material. Setelah perbaikan, KASERI berpotensi digunakan secara luas di berbagai lembaga PAUD. Namun, penilaian hanya berdasarkan satu kali uji coba dan tidak mengukur peningkatan kemampuan pra-literasi secara kuantitatif.